BERITA TERKINI

Satpol-PP Arogan dan Tidak Berpendidikan saat Sosialisasi Protokol Kesehatan

Posted by Media Sinar Pagi - suara aspirasi rakyat on Selasa, 29 September 2020

SinarPagi.co.id |  Surabaya, - Adanya razia yustisi di warkop Mahabarata jalan kalijudan, Salah seorang pemilik warkop tidak terima dengan salah satu anggota oknum Satpol PP yang sangat arogan. Surabaya, Senin (28/09/2020).

Pemilik warkop tidak terima dengan kata kata oknum anggota pol pp, "Jual kereco saja sombong, (Dodol kereco ae sombong)" ucap salah satu oknum Satpol-PP dengan sangat arogan menghina penjual.

Langkah pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19 layak diacungi jempol, upaya penindakan terhadap masyarakat yang tidak tertib melanggar Perwali, Pergub dan Perda tentang protokol kesehatan wajib dilakukan secara humanis dan ssntun.

Salah satu pejabat Satpol-PP dikonfirmasi via WhatApps saat ditanyakan, terkait adanya anggota yang memaksa dan arogan sosialisasi protokol kesehatan di lapangan enggan membalas konfirmasi wartawan.

Seorang warga Kalijudan, Faris (40), yang mengetahui peristiwa tersebut juga kecewa dengan adanya kejadian ini. pelanggar protokol kesehatan Covid-19 seharusnya dilakukan dengan cara beretika, tidak semena-mena.


"Satpol-PP itu tidak beretika sangat arogan kayak preman, apa memang di rekrut dari preman, memang layak diacungi jempol, namun dalam tindakannya itu sangat tidak manusiawi saat sosialisasi protokol kesehatan, Polisi dan TNI saja tidak arogan seperti itu," kata Faris seorang warga Kalijudan.

Perintah Menteri Kesehatan RI

Sementara Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto beberapa waktu lalu saat kunjungi Rumah Sakit Lapangan di Indrapura Surabaya mengatakan, "Jangan ada paksaan dalam sosialisasi Protokol kesehatan, santun dan beretika, jangan sampai tindakan petugas menjadi momok di masyarakat, sebab masyarakat itu butuh pemahaman bukan di paksa," tuturnya.

Saat dilokasi kejadian, sempat terjadi pelarangan pengambilan video dan foto, kepada awak media oleh oknum Satpol PP Kota Surabaya.

AR inisial wartawan yang berada dilokasi mengatakan, "Terkesan arogan dan mentang-mentang oknum anggota satpol PP, kinerja rekan media seperti disepelehkan, ini buat kajian buat rekan-rekan media yang lain. Yang penting hati-hati saat melakukan peliputan, Satpol-PP beringas seperti preman tak berpendidikan," pungkasnya. (ris)

Sumber: LiputanIndonesia.co.id

Blog, Updated at: September 29, 2020