BERITA TERKINI

Risma Dapat Pujian, Setelah Terungkap Penyebab Tingginya Covid-19 di Surabaya

Posted by Media Sinar Pagi - suara aspirasi rakyat on Jumat, 05 Juni 2020

SinarPagi.com |  Surabaya -- Akhirnya terungkap penyebab tingginya virus corona di Surabaya hari-hari ini.

Terungkapnya penyebab tersebut justru malah membuat Wali Kota Tri Rismaharini menuai pujian. 
Seperti diketahui, penyebab sebenarnya kasus positif virus corona di Surabaya meningkat tajam diungkap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.
Hingga Selasa (2/6/2020) malam, jumlah kasus Covid-19 di Surabaya mencapai 2.748 kasus.



Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memaparkan penanganan Covid-19 di hadapan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo di Balai Kota Surabaya, Selasa (2/6/2020).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memaparkan penanganan Covid-19 di hadapan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo di Balai Kota Surabaya, Selasa (2/6/2020). (Dok. Pemkot Surabaya)
Hal ini membuat peta persebaran covid-19 di wilayah Kota Surabaya terlihat berwarna hitam pekat sejak 4 hari terakhir. Warna hitam pekat menunjukkan daerah tersebut angka kasusnya lebih dari 1.025 kasus.
Menurut Doni Monardo peningkatan kasus positif covid-19 di Surabaya merupakan buah kerja keras pemerintah Kota Surabaya dalam melakukan tracing dan pengambilan sampel di berbagai lingkungan masyarakat.
"Tentunya tak mudah untuk mendapatkan informasi daerah yang kawasannya banyak yang positif. Ini langkah yang strategis dan sangat cerdas," kata Doni, di Balai Kota Surabaya, Selasa.
Dalam kunjungan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Doni justru menyanjung Pemkot Surabaya. 
Doni mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah melakukan langkah-langkah yang sangat baik.
Hal serupa diungkapkan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto. 
Terawan mengapresiasi pola penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemkot untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya.
Meski kasus di Surabaya masih tinggi, dia menganggap semangat dan etos kerja dibawah komando Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini patut diapresiasi. 
Hal itu diungkapkan Terawan saat mengunjungi Balai Kota Surabaya dan bertemu Wali Kota Tri Rismaharini.
Dia mendengarkan pemaparan langkah penanganan kasus Covid-19 di Surabaya, Selasa (2/6/2020).
"Luar biasa, semangatnya dengan keterbatasan (peralatan) itu luar biasa kalau mungkin orang lain boleh menilai lain, kalau saya lihat luar biasa," katanya. 



Update Virus Corona di Surabaya 2 Juni 2020, tak lagi zona merah tapi merah tua.
Update Virus Corona di Surabaya 2 Juni 2020, tak lagi zona merah tapi merah tua. (http://infocovid19.jatimprov.go.id/)
Meski demikian, dia mengingatkan jajaran di Pemkot untuk tidak kendor, sebab, memang penanganan harus terus dilakukan. Selain itu, kasus di Surabaya sejauh ini memang masih butuh penanganan. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, peningkatan jumlah kasus pozitif Covid-19 itu terjadi karena saat ini pihaknya terus gencar melakukan rapid test massal dan swab di beberapa lokasi yang dinilai ada pandemi. Ketika kemunculan Covid-19 di awal Maret lalu, Risma mengaku kesulitan melakukan tes cepat maupun tes swab karena keterbatasan alat itu. Keterlambatan penanganan di awal pandemi karena keterbatasan alat kesehatan, disebut Risma membuat kasus Covid-19 di Surabaya menjadi tinggi. 
Namun, saat ini, Risma telah menerima banyak bantuan alat kesehatan dari Kemenkes, BIN, dan BNPB untuk melakukan tes kepada masyarakat di wilayah yang dinilai terdapat pandemi Covid-19.
Tes massal ini dilakukan di sejumlah tempat, baik di jalan raya, di perkampungan, maupun tempat ibadah.
"Jadi, kami lakukan rapid test massal di beberapa tempat. Kadang lokasinya di sepanjang jalan, kadang pula di masjid dan sebagainya. Sampai hari ini rapid test kurang lebih sebanyak 27.000 orang," Risma.
Menanggapi itu, Terawan memang tak memungkiri ketersedian alat di dunia saat ini tengah diburu. 
Namun dia memastikan, Pemerintah di pusat tetap mengupayakan yang terbaik untuk daerah, BNPB disebutnya juga terus berupaya agar peralatan dalam penanganan pandemi tetap tersedia. Begitu ada peralatan, pihaknya langsung mendistribusikan ke daerah. 
Surabaya termasuk daerah yang menjadi perhatian pusat, sehingga sebelumnya telah banyak diberikan bantuan seperti mobil laboratorium.
Bahkan, Terawan memastikan bila  peralatan yang dibutuhkan oleh Surabaya, dia mempersilakan Risma untuk mengajukan bantuan. 
"Kami akan mengupayakan yang terbaik," ungkapnya menambahkan. 
Pasien Sembuh Diminta Donor Plasma Darah 
Dalam kesempatan itu, Menkes Terawan dan Doni Monardo juga menghadiri acara pemulangan 32 pasien covid-19 yang sembuh di Asrama Haji Sukolilo. 
Rombongan dari pemerintah pusat beserta Pemkot itu menemui para pasien yang telah dinyatakan sembuh bersama Wali Kota Risma.
Mereka mengingatkan agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. 
Risma juga menyempatkan untuk memberikan bunga kepada puluhan pasien itu. Pasien yang dinyatakan sembuh tersebut, juga terdapat yang masih anak-anak.
Risma mengungkapkan, sebenarnya hari ini ada sebanyak 300 orang yang dinyatakan sembuh di Surabaya.
Dia merinci, ada 242 orang yang melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan Puskesmas. Yang sembuh di rumah sakit ada 26 pasien, dan ditambah 32 orang yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang.
Khusus di Asrama Haji, lanjut Risma, masih ada sekitar 188 pasien lagi yang telah dinyatakan negatif dari hasil swab beberapa waktu lalu.
Namun sesuai ketentuan, harus dua kali dinyatakan negatif hasil swab untuk benar-benar dipastikan sembuh. Risma berharap hasil dari swab kedua nantinya cepat keluar dan hasilnya menunjukkan negatif.
Terawan berharap pasien yang sembuh dari Covid-19 bisa menjadi pendonor plasma.
Hal itu bakal membantu penanganan pasien Covid-19 yang tergolong berat.



Hari ke-5 Gelar Rapid Test Di Surabaya
Hari ke-5 Gelar Rapid Test Di Surabaya (istimewa)

“Mudah-mudahan bisa mendorong arek-arek Suroboyo yang semangat tinggi untuk menyumbangkan plasma,” kata Terawan.
Bagi mereka yang telah dinyatakan negatif versi swab test, diyakini dapat memiliki imunitas yang bagus terhadap virus corona ini.
Dia juga mengatakan, pihaknya telah membawa sebanyak 21 pack plasma convalescent ke Jatim.
Diharapkan, nantinya hal itu bakal membantu penanganan mereka pasien yang tergolong berat.
Diketahui, Pasien yang sembuh bisa menyumbangkan darah melalui sebuah sistem dengan metode plasma convalescent untuk mendapatkan plasma darah penuh antibodi dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19.
Plasma darah penuh antibodi tersebut kemudian dimasukkan ke darah milik pasien yang sedang sakit Covid-19 sebagai terapi agar bisa survive dan sembuh.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya bakal mempelajari lebih detil terkait hal itu.
“Aku masih pelajari itu jadi seperti apa,” katanya.
Menkes : Semoga Angka Kematian Jatim Bisa Segera Turun
DI kesempatan lain, Menkes Terawan juga  menyerahkan bantuan berupa 10 ribu APD jenis cover all untuk menunjang kegiatan petugas kesehatan saat menangani pasien covid-19 di Jatim, serta sebanyak 10 unit alat ventilator untuk menunjang penanganan pasien covid-19 dengan gejala berat hingga sangat berat.
“Kedatangan saya bersama ketua gugus tugas nasional ke Jatim adalah untuk bersilaturahmi sekaligus untuk menjalankan perintah bapak Presiden untuk membantu penanganan covid-19 di Jawa Timur,” kata Menkes Terawan saat menyerahkan secara simbolis sejumlah alkes pada Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Selasa (2/6/2020).
“Kami harap alkes yang kami serahkan hari ini bisa segera bisa mengatasi permasalahan pandemi covid-19 di Jatim dan terkhusus agar angka kematian kasus covid-19 di Jatim bisa segera turun,” kata Menkes Terawan.
Selain menyumbangkan APD dan juga ventilator Menkes juga menyerahkan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) Kit yaitu Novel Coronavirus (2019-Covid) Real Time Multiplex RT-PCR merek Liferiver sebanyak 30 ribu unit. Kemudian juga RNA Kit yaitu Viral RNA Isolation Kit (Centrifuge Coloumn) merk Liferiver sebanyak 31 ribu unit. Selanjutnya VTM Kit Viral.
Transpor Medium 3 ml vial with a regular flocked swab merek genesis sebanyak 50 ribu unit.
“Alat untuk pengecekan PCR juga kita datangkan sehingga kami harapkan Jatim bisa semakin aktif dalam mengontrol dan menemukan kasus covid-19 sedini mungkin sehingga penyebaran kasus bisa dilokalisir,” kata Menkes Terawan.
Menteri  Terawan Agus Putranto berharap dengan banyaknya bantuan yang telah diberikan pada Provinsi Jawa Timur untuk penanganan covid-19, bisa signifikan menurunkan angka kematian kasus covid-19 di Jawa Timur.
Dikatakannya, kunjungan ke Jatim ini akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah pusat akan hadir di tengah-tengah masyarakat Jawa Timur untuk melakukan penanganan bersama agar pandemi covid-19 di Jatim bisa segera tertanggulangi.
Sebagaimana diketahui, per hari ini angka kematian kasus covid-19 di Jawa Timur mencapai 429 orang atau secara persentase mencapai 8,36 persen.
Source: Tribunnews.com

Blog, Updated at: Juni 05, 2020