BERITA TERKINI

George Floyd: 'Pandemi rasisme, bukan pandemi virus corona' yang membunuh pria kulit hitam di AS dan memicu rangkaian unjuk rasa di Amerika Serikat

Posted by Media Sinar Pagi - suara aspirasi rakyat on Jumat, 05 Juni 2020

Sinarpagi.co.id | Dunia - Kuasa hukum George Floyd mengatakan dalam kebaktian di Minneapolis bahwa "pandemi rasisme dan diskriminasi" menyebabkan kematian kliennya, bukan virus corona - wabah yang menelan korban meninggal lebih dari 108.000 orang sampai Jumat (05/06).

Ratusan orang yang hadir dalam kebaktian pada Kamis (04/06) waktu setempat atau Jumat (05/06) dini hari WIB mengheningkan cipta selama delapan menit dan 46 detik, durasi Floyd ditangkap dan ditekan lehernya oleh polisi Minneapolis.

Kematian Floyd - yang terekam di video - menyebabkan kemarahan dan memicu gelombang protes di banyak kota di berbagai penjuru Amerika Serikat.

Sementara itu tak jauh dari tempat kebaktian, tiga polisi dikenai dakwaan membantu dan bersekongkol dalam menyebabkan meninggalnya Floyd. 

Seorang polisi lain, Derek Chauvin, polisi yang menekan leher Floyd dengan lututnya, telah dikenai dakwaan pembunuhan dan akan hadir di pengadilan pada Senin (08/06).

Pengacara Floyd, Benjamin Crump, mengatakan "bukan pandemi virus corona yang membunuh George Floyd."

"Namun pandemi lain, pandemi rasisme dan diskriminasi," cetusnya.

Blog, Updated at: Juni 05, 2020